Author: Ahyar Ghazali

5 Bintang Seistimewa Alexander-Arnold dalam bentrokan final Liga Champions

No Comments
5 Bintang Seistimewa Alexander-Arnold dalam bentrokan final Liga Champions

Sebuah catatan mengesankan dibikin Trent Alexander-Arnold kala laga pamungkas Liga Champions 2018-19, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Pemain bertahan sebelah kanan Liverpool ini melakoni laga pamungkas ke 2 kala usianya tak jua genap 21 tahun.

Tak hanya pada laga pamungkas kompetisi musim ini, Trent Alexander Arnold jua main pada partai puncak musim kemarin. Ia jadi tumpuan tim bimbingan Juergen Klopp saat Liverpool melawan Real Madrid pada pertandingan yang selesai dengan kekalahan 1-3 untuk The Reds.

Trent Alexander-Arnold kenyataannya bukanlah bintang perdana yang mencatat pencapaian itu. Sebelum ia, terdapat 5 bintang yang jua bermain di 2 edisi laga pamungkas Liga Champions sebelum berulang tahun ke-21. Berikut 5 nama yang berhasil kami rangkum dari website prediksi togel.

Antonio Simoes – Bintang perdana yang main di 2 pertandingan laga pamungkas Liga Champions sebelum berusia 21 tahun merupakan Antonio Simoes. Ia main kala Benfica jadi kekuatan raksasa di turnamen ini pada awal 1960-an.

Laga pamungkas perdana dilakoni Antonio Simoes pada kampanye musim 1961-62. Ketika itu, Benfica unggul 5-3 melawan Real Madrid dan menjaga piala yang direbut kompetisi musim sebelumnya.

Musim selanjutnya, sebagaimana Trent Alexander-Arnold, Antonio Simoes balik lagi menjadi pilar pada laga pamungkas. Kali ini, Benfica menghadapi AC Milan. Lain dengan musim sebelumnya, hasil negatif 1-2 mesti diambil pulang Benfica.

Johan Neeskens – Keberadaan Johan Neeskens jadi bintang ke 2 yang melakoni 2 pertandingan laga pamungkas Liga Champions kala tak jua genap berusia 21 tahun. Di dalam 2 peluang ini, ia terus menjadi starter dan membantu timnya, Ajax, jawara.

Laga pamungkas perdana Johan Neeskens bareng Ajax dilakoni pada kompetisi musim 1970-71. Di partai yang bergulir di Stadion Wembley itu, De Godenzonen unggul 2-0 melawan tim Yunani, Panathinaikos.

Musim selanjutnya, Johan Neeskens balik lagi memperkuat Ajax pada pertandingan final. Kisah serupa terulang. Ia jadi starter dan De Godenzonen memenangkan pertandingan 2-0. Bedanya, musuh yang dibantai kali ini merupakan Inter Milan.

Patrick Kluivert – Jejak Johan Neeskens ditapaki Patrick Kluivert pada medio 1990-an saat Ajax balik lagi jadi kekuatan raksasa di ajang antarklub Eropa. Dibawah bimbingan Louis van Gaal, De Godenzonen main pada laga pamungkas Liga Champions kompetisi musim 1994-95 dan 1995-96.

Lain dengan Johan Neeskens, Patrick Kluivert tidak main menjadi starter. Ia senantiasa masuk pada paruh ke 2. Pada laga pamungkas Liga Champions 1994-95 kontra AC Milan, ia baru masuk saat laga sudah berjalan hingga menit ke-70 dengan sebagai pengganti Jari Litmanen dan jadi penentu kemenangan 1-0.

Musim selanjutnya, Ajax kembali melawan tim Italia pada Final. Patrick Kluivert kembali cuma menjadi pemain pengganti. Ia masuk pada awal paruh ke 2 sebagai pengganti Kiki Musampa. Tapi, De Godenzonen kemudian menelan kekalahan di dalam adu tembakan penalti.

Nwankwo Kanu – Tak hanya Patrick Kluivert, menurut penulis prediksi bola, terdapat seorang lainnya yang melakoni 2 laga pamungkas Liga Champions bareng Ajax kala tak jua berusia 21 tahun. Ia merupakan ujung tombak dari Nigeria, Nwankwo Kanu.

Pada kompetisi musim 1994-95, sebagaimana Patrick Kluivert, Nwankwo Kanu jua menyandang status bintang pemain pengganti. Ia baru dimasukkan oleh Louis van Gaal saat laga sudah berjalan hingga menit ke-53 dengan jadi pengganti Clarence Seedorf.

Musim selanjutnya, pamor lain disandang bintang yang lantas memperkuat Inter Milan dan Arsenal itu. Ia diyakini dimainkan menjadi starter. Di dalam 2 jam pertandingan vs Juventus, ia dimainkan penuh.

Iker Casillas – Seorang selanjutnya yang main di 2 laga pamungkas Liga Champions sebelum berusia 21 tahun merupakan Iker Casillas. Lain dengan 4 bintang, jua Trent Alexander-Arnold, ia tidak bermain di 2 pertandingan laga pamungkas berturut-turut.

Laga pamungkas perdana Iker Casillas dilalui pada kompetisi musim 1999-00. Ketika ini, Real Madrid yang dibelanya melakoni All Spanish Final vs Valencia. Pertandingan itu sukses dimenangi Los Blancos dengan score 3-0.

2 tahun lantas, Iker Casillas balik lagi main pada pertandingan laga pamungkas. Bedanya, ia baru dimainkan kala laga masuk ke menit ke-68 sebagai pengganti Cesar Sanchez yang dihantam cedera. Ia sukses menjaga keunggulan 2-1 yang diciptakan Madrid melawan Bayer Leverkusen sampai penghujung laga.

Meredup, Sevilla Ogah Permanenkan Andre Silva

No Comments
Meredup, Sevilla Ogah Permanenkan Andre Silva

Performa yang tidak begitu meyakinkan selama kampanye musim 2018-19 membikin Sevilla dipastikan tidak bakal mempermanenkan Andre Silva. Bintang dari Portugal ini juga telah mengucapkan salam perpisahan via akun Instagram pribadinya.

Di awal kompetisi musim 2018-19, Andre Silva sukses memperlihatkan performa yang cemerlang. Bintang 23 tahun ini sukses mencatatkan 7 goal dari 7 pertandingan LaLiga perdananya. Tapi, dia cuma bisa menyarangkan 2 skor tambahan dari dua puluh performa setelahnya.

“Satu kompetisi musim telah usai. Terima kasih Sevilla atas sambutan hangatnya. Aku amat mencintai gairah dari Sevilla dan kota di sekitarnya. Moga-moga mereka dapat mendapat beberapa hal bagus pada masa mendatang, ” tulis Andre Silva.

Andre Silva direkrut menuju Stadio Ramon Sanchez Pizjuan dengan status loan sepanjang satu musim dari AC Milan. Los Rojiblancos memang punya pilihan untuk mempermanenkannya dengan mahar senilai 35 juta €. Tapi, mereka lebih memutuskan untuk memulangkannya menuju AC Milan.

Keputusan ini membikin masa depan Andre Silva tengah jadi tanda tanya besar. Sebab, AC Milan sekarang masih punya 2 orang striker bagus di dalam diri Krzysztof Piatek dan Patrick Cutrone.

Di kompetisi musim perdananya bareng AC Milan, mantan striker FC Porto ini tidak berhasil memperlihatkan performa paling bagusnya. Walau direkrut dengan tarif 38 juta € dari FC Porto, dia cuma bisa menyarangkan sepuluh goal dan 2 assist dari 40 permainannya di seluruh turnamen pada kompetisi musim 2017-18.

Categories: Olahraga

Tags:

Napoli Kalah, Ancelotti Akui Salah Strategi

No Comments
Napoli Kalah, Ancelotti Akui Salah Strategi

Juru tak-tik Napoli, Carlo Ancelotti, mengaku kesebelasannya salah strategi kala menerima kekalahan melalui Arsenal. Meskipun begitu, dia percaya Partenopei dapat membalikkan situasi pada leg ke 2.

Arsenal unggul 2-0 vs tamunya Napoli di leg perdana fase perempat-final Liga Europa di Emirates Stadium, Jumat (12/4/19) dini hari WIB. Di partai ini, goal The Gunners dicetak Aaron Ramsey serta Kalidou Koulibaly (bunuh diri).

Napoli mengawali pertandingan dengan tandem Dries Mertens serta Lorenzo Insigne. Tapi, Partenopei baru mulai berlaga lebih bagus usai Arkadiusz Milik masuk di babak ke 2.

“Idenya merupakan menyerang mereka dengan langkah tempo tinggi. Kami coba menerobos sektor sentral mereka serta pada paruh ke 1 ini nyaris tak sekalipun sukses. Itu bukanlah soal bintang menjadi momentum menyerang serta kami tentu bakal punya lebih banyak hal itu pada leg ke 2, ” tutur Ancelotti pada Soccerway.

“Arsenal tampaknya bukanlah tim yang tak dapat diruntuhkan. Kami punya peluang serta jua mengendalikan laga pada fase ke 2. Kami mesti berlaga dengan intensitas serta kegarangan, bukanlah bersama kepanikan. ”

“Itu ujian yang sukar, lebih sukar saat ini dengan hasil negatif tadi, namun masih saja bukanlah mustahil. Ini merupakan fase ke 2 yang bagus, malahan apabila kami meladeni banyak risiko dengan counter attack, namun kami seharusnya menghilangkan rasa takut yang kami punya pada paruh ke 1, ” Ancelotti melanjutkan.

 

Categories: Blog

Tags:

Solskjaer Ogah Salahkan De Gea Sehabis Dihajar Arsenal

No Comments
Solskjaer Ogah Salahkan De Gea Sehabis Dihajar Arsenal

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, membela anak asuhnya, David De Gea sehabis menerima kekalahan dari Arsenal. Pada Minggu (10/3) malam di Stadion Emirates, buat pertama kali tim yang dijuluki Setan Merah itu alami kekalahan di liga tahun ini.

Apabila dijumlah secara keseluruhan, itu jua merupakan hasil negatif perdana Manchester United di liga, semenjak ditangani Solskjaer. De Gea, main penuh buat 2 kali memungut bola dari gawangnya hasil kreasi Granit Xhaka serta Pierre-Emerick Aubameyang.

Goal Xhaka di paruh awal tercipta lewat antisipasi tidak begitu perfect penjaga gawang dari Spanyol itu. Tembakan jarak jauh yang lumayan keras memang nampak cukup berbelok arah saat di udara. Dalam tayangan ulang, nampak pasti eks penjaga gawang Atletico Madrid ini terkecoh. Sementara goal ke 2 tercipta melalui prosesi penalti.

Tapi, Solskjaer ogah menyalahkan De Gea atas hasil negatif itu. Dia melihat langsung bagaimana proses goal awal Arsenal berlangsung. Malahan, dia meragukan keabsahan hukuman penalti tuan rumah.

“Kebetulan saya berdiri pada titik sempurna buat menyaksikan bola tembakan Xhaka berbelok arah. Betul-betul mengecoh serta inilah yang berlangsung sisanya. Buat hukuman penalti, saya ragu keputusan ini sudah benar sebab tak terdapat kontak sama sekali, ” tutur lelaki dari Norwegia itu.

Manchester United tetap berpotensi besar buat lolos empat besar pada klasemen penghujung musim ini. Hasil negatif dari Arsenal membikin Paul Pogba dkk buat sementara mesti turun ke tempat ke 5 dengan 58 poin.

Categories: Olahraga

Tags:

Sterling: Liverpool Tak Kuat Hadapi Tekanan

No Comments
Sterling: Liverpool Tak Kuat Hadapi Tekanan

Pemain sayap Manchester City, Raheem Sterling, menganggap Liverpool tidak kuat melawan tuntutan. Dia berkaca pada pengalamannya memperkuat The Reds pada waktu silam.

“Ketika saya memperkuat Liverpool, saya mengalami tuntutan yang jauh lebih besar ketimbang di sini. Di hari laga bersama semua fans, saya kira ini membikin kami sedikit tegang. Namun, di kala yang serupa, kami mempertahankan kendali. Kami punya peluang buat mengangkat trofi, tapi tidak berhasil, ” tutur Sterling pada Soccerway.

Sterling hampir menghantarkan Liverpool juara Liga Premier Inggris di musim 2013-14. Dengan 3 laga sisa, The Reds ada pada pucuk klasemen dan menang 5 angka vs City.

Tapi kemudian, Sterling cs tidak kuat melawan tuntutan. Mereka terpeleset rival Chelsea serta Crystal Palace. Akhirnya, trofi rubuh ke tangan City.

Sterling yakin, City sekarang punya apa yang diperlukan guna menjuarai 4 turnamen sekaligus.

“Mentalitas kemenangan berasal melalui pelatih kami. Kamu menyaksikannya tiap-tiap hari. Menghadapi klub-klub raksasa, klub-klub di Piala FA, di Piala Liga. Pep Guardiola mau meraih tiap-tiap laga, bukanlah cuma menurunkan bintang dibawah umur 18 tahun. ”

“Dia coba yang paling baik dan inilah hal sangat sempurna yang dapat berlangsung. Ia pelatih yang tak cuma mau meraih Liga Premier Inggris, namun tiap-tiap turnamen, ” tutur Sterling.

Konsistensi Van Dijk Bikin Robertson Geleng-Geleng

No Comments
Konsistensi Van Dijk Bikin Robertson Geleng-Geleng

Pemain bertahan Liverpool, Andy Robertson, mengaku kagum dengan temannya, Virgil van Dijk. Dia malahan mengatakan Van Dijk menjadi pemain bertahan paling baik di dunia sekarang.

“Van Dijk membikin hidupku lebih enteng, ini jelas. Punya ia di sampingku, ini membikin semuanya jauh lebih enteng. Saat seseorang berlari menuju arah Kamu, Kamu paham Van Dijk terdapat di tengah, lantaran ia tidak pernah pergi dari tempat, ” tutur Robertson pada Soccerway.

“Bagiku, Van Dijk merupakan pemain bertahan tengah paling baik sekarang di dunia, dengan cara ia berlaga serta keyakinan yang ia peroleh. Serta ia tengah lumayan muda sehingga ia dapat jadi setingkat lebih bagus. Ia berlatih tiap-tiap hari. “

Virgil van Dijk bergabung Liverpool di Januari 2018. Kehadirannya membikin barisan defensif The Reds menjadi lebih solid. Musim kemarin, dia menghantarkan Liverpool maju sampai laga pamungkas Liga Champions.

Sedangkan kampanye musim ini, dia jua membantu Liverpool punya barisan defensif paling baik di Liga Premier Inggris. Mereka baru kemasukan 15 goal di dalam 28 pertandingan. Hal tersebut amat membantu The Anfield Gang buat memuncaki klasemen.

“Jika kampanye musim usai sekarang, saya bakal memberi piala bintang paling baik padanya. Van Dijk bisa menghantarkan Kamu menuju tingkat baru. Dia jua amat stabil. Apabila dia main seperti di dalam sepuluh laga terbaru, tak terdapat argumen kenapa ia tak jadi bintang paling baik, ” tutur Robertson.

Liverpool Jadi Ujian Terberat Bayern Munich

No Comments
Liverpool Jadi Ujian Terberat Bayern Munich

Eks gelandang Tim nasional Jerman, Dietmar Hamann, menganggap bahwa Liverpool merupakan tes terberat untuk Bayern Munich di ajang Liga Champions kampanye musim ini.

The Reds dan Bayern bakal dipertemukan pada fase 16 besar Liga Champions. Leg perdana bakal dihelat di Anfield pada Rabu (20/2) dni hari WIB, sedangkan leg kedua di Allianz Arena pada 14 Maret mendatang.

The Reds baru satu kali menerima kekalahan di Liga Premier Inggris kampanye musim ini. Sadio Mane cs jua ada pada tempat ke 2 klasemen dan cuma menerima kekalahan selisih gol dari Manchester City di singgasana. Lebih lanjut, The Anfield Gang tengah menyisakan 1 pertandingan sisa.

Adapun Bayern tidak begitu konsisten kampanye musim ini. Robert Lewandowski cs memang cuma terpaut 2 angka dari Borussia Dortmund di singgasana Bundesliga. Tapi, penampilan mereka masih angin-anginan.

“Itu merupakan undian yang tak diminati Bayern. Mendapat Liverpool kemungkinan merupakan rival paling sulit pada tempat kedua penyisihan grup, ” tutur Hamann pada Liverpool Echo.

“Liverpool sudah jadi hebat pada Liga Premier Inggris. Mereka punya beberapa performa standar usai ganti tahun, namun mereka balik lagi menuju bentuk paling baik ketika menghadapi Bournemouth. ”

“Di sisi lainnya, Kamu punya skuat di Bayern Munich yang amat rapuh sekarang. Malahan saat mereka mengolah laga, mereka memberi beberapa kesempatan serta gol, ” Hamann melanjutkan.

4 Alasan MU Bisa Finis 4 Besar Premier League Musim Ini

No Comments
4 Alasan MU Bisa Finis 4 Besar Premier League Musim Ini

Pergerakan Manchester United (MU) tidak terbendung semenjak dilatih Ole Gunnar Solskjaer. Setan Merah tercatat menyapu bersih 7 kemenangan berturut-turut, 6 di antaranya didapat di turnamen Premier League.

Raihan ini terjadi usai Solskjaer jadi pengganti Jose Mourinho di bangku manajer MU. Sekarang, Setan Merah dapat berbicara setingkat lebih lantang tentang kesempatan finis empat besar di Liga Premier Inggris.

Perlahan, MU merangkak naik mendekati peringkat empat besar. Sekarang, Paul Pogba cs ada pada tempat ke 6 dengan mengantongi 44 angka melalui 23 pertandingan di Liga Inggris.

MU pun punya angka yang serupa dengan Arsenal, yang menempati tempat ke 5. Setan Merah kini cuma terpaut 3 angka dari Chelsea, yang menduduki tempat ke 4.

Ajang Premier League kampanye musim ini masih meninggalkan 15 laga lagi. Buat menembus empat besar, masih terbuka buat MU.

Berikut empat alasan mengapa MU bisa finis di posisi empat besar versi Sportskeeda yang kami rangkum dari website siaran bola live.

Penampilan Paul Pogba – Paul Pogba tampak seperti kembali mendapatkan penampilan paling bagusnya bareng MU semenjak diasuh Solskjaer. Beberapa kali, pemain berposisi gelandang Tim nasional Prancis itu memiliki peran krusial menghantarkan hasil positif buat MU.

Sepanjang dua setengah tahun di bawah bimbingan Jose Mourinho, Pogba susah main stabil. Sekarang, Solskjaer membebaskan Pogba berlaga di sektor tengah, yang kenyataannya banyak menolong tim.

Kemungkinan Pogba bakal disingkirkan MU juga perlahan menguap. Pogba dianggap bakal jadi sosok vital membawa Setan Merah finis empat besar sekaligus membawa tiket Liga Champions kampanye musim selanjutnya.

Inkonsistensi Musuh – Performa stabil Liverpool serta Manchester City bakal membikin Manchester United sulit memburu mereka. Namun, Tottenham Hotspur, Chelsea, serta Arsenal amat mungkin disalip.

Akhir-akhir ini, Chelsea banyak kehilangan angka vital hingga melorot menuju posisi ke 4. Tottenham ditinggalkan beberapa pemain pentingnya seperti Harry Kane serta Dele Alli yang masuk ruang perawatan dan Son Heung-min, yang harus membela Tim nasional Korea Selatan.

Performa Arsenal masih tak konsisten meski dilatih juru tak-tik baru, Unai Emery. Hal itu jadi peluang MU buat merangsek menuju papan atas jika bisa menjaga konsistensi meraih 3 angka pada pertandingan-pertandingan penting.

Keyakinan Diri serta Semangat Pemain – Keyakinan diri serta semangat bintang MU berkembang tanpa Jose Mourinho. Ole Gunnar Solskjaer menolong semua pemain menunjukkan potensi paling baik mereka.

Paul Pogba, Anthony Martial, serta Marcus Rashford sepertinya main menggila usai Mourinho ditendang. Keadaan kondusif di ruang ganti ikut menolong performa MU di arena pertandingan.

Sebelumnya, Mourinho banyak mengecam anak asuhnya sendiri. Kini, mereka bisa berlaga lepas tanpa tuntutan hingga tidak salah jika kemenangan demi kemenangan kerap didapat MU.

Jadwal Laga Mendukung – Manchester United sesungguhnya masih akan menjalani pertandingan melawan klub-klub besar. Tapi, menurut jadwal pertandingan Premier League fase ke 2 kampanye musim ini termasuk mendukung mereka.

Pasalnya, MU bakal bermain di markas sendiri ketika menghadapi klub-klub besar sebagaimana Liverpool, Manchester City, serta Chelsea di fase ke 2 kampanye musim ini. Cuma menghadapi Arsenal, Setan Merah mesti melakoni pertandingan tandang.

Berlaga di Old Trafford bakal amat menolong MU mendapat 3 angka, terlebih yang dihadapi kesebelasan besar, hingga jadi momen MU buat semakin dekat ataupun malahan menembus empat besar.

Categories: Blog

Tags:

Demi Sejarah, Paqueta Bersedia Berkarir di Italia bareng Milan

No Comments
Demi Sejarah, Paqueta Bersedia Berkarir di Italia bareng Milan

Bintang dari Brasil, Lucas Paqueta, tak lama lagi bakal menyandang status menjadi penandatanganan baru kesebelasan raksasa Italia, AC Milan. Bintang yang masih berusia 21 tahun itu mengakui jika ia gabung bersama Rossoneri lantaran sejarahnya.

Paqueta menarik atensi publik karena kiprahnya yang gemilang bareng Flamengo. Meski masih muda, tapi dia telah mengoleksi 39 pertandingan di Serie A Brasil serta Copa Libertadores dan menyarangkan sepuluh goal.

Menyaksikan performanya, AC Milan pun langsung kepincut. Tanpa basa-basi, mereka langsung memberikan tawaran mahar senilai 35 juta € ditambah bonus sepuluh juta € supaya Flamengo ingin merelakannya berkiprah di Italia.

Baru-baru ini, sang bintang datang di kota Milan usai melewati petualangan panjang dari Rio de Janeiro. Pada awak wartawan yang sudah menunggunya, dia berkata jika ia gabung bersama Rossoneri karena tertarik dengan sejarahnya.

“Saya amat girang dapat ada di sini, ” tutur Paqueta pada semua jurnalis sebagaimana yang dilansir melalui Football Italia.

“Saya hadir menuju Milan sebab sejarahnya,” tambahnya singkat.

Sang bintang ada di bangku penonton untuk melihat pertandingan antar AC Milan kontra Torino di San Siro. Sekarang, Rossoneri sedang bertengger pada tempat 4 klasemen Serie A bersama raihan 25 angka.

Setelahnya, dia bakal melakoni ujian medis di keesokan harinya untuk menuntaskan proses kepindahannya. Menurut banyak kabar, dia disebut dapat menjalani pertandingan debutnya bareng tim bimbingan Gennaro Gattuso ini pada turnamen Supercoppa Italiana Januari mendatang.

Di partai itu, AC Milan bakal bertanding dengan pesaing terbesarnya, Juventus. Di musim lalu, keduanya pernah bertarung di pertandingan laga pamungkas Coppa Italia yang sukses diraih Bianconeri bersama score telak 4-0.

Categories: Olahraga

Tags: ,

Suatu hari Nanti, Kluivert Bakal Gabung Barcelona

No Comments

AS Roma memenangkan perebutan Justin Kluivert. Il Lupi menendang Barcelona yang pertama kali disebut-sebut menjadi pelabuhan baru Justin Kluivert. Walau sudah bertanding di Italia, Patrick Kluivert, memandang sang anak suatu hari nanti bakal gabung Barcelona.

Bersama biaya 17, 25 juta €, AS Roma mendaratkan pemain muda Belanda ini menuju Trigoria, kandang Roma. Sepanjang ini, Kluivert baru berlaga sebanyak 6 kali dengan mencatatkan 1 goal serta 1 umpan.

“Tentu saja ia bakal bahagia memperkuat Barcelona 1 hari nanti. Ia pun sempat mengatakan jika tujuannya ialah memperkuat Barcelona,” tuturnya dilansir dari LaLiga Lowdown.

Mimpinya berlaga di Barcelona tetap ada. Walaupun demikian, sang ayah berpikir anaknya sedang menikmati era mengagumkan di AS Roma. Sepanjang ini, dia masih senang berlaga di tim yang berbagi stadion bersama Lazio tersebut.

“Jelas saja di Roma ia (merasa) amat senang sekarang. Mereka (AS Roma) merupakan kesebelasan muda bersama pemain-pemain telah memiliki pengalaman. Ia amat pantas di Roma jadi aku kira ia harus mulai memainkan setingkat lebih banyak laga,” imbuhnya menegaskan.

Patrick Kluivert sendiri 6 tahun berlaga untuk Barca, dari 1998 sampai 2004. Sepanjang 6 kampanye musim berbaju Blaugrana, dia berlaga sebanyak 257 kali dengan mencatatkan 122 goal. Di dalam hati kecilnya, dia mau supaya sang anak membuntuti jejak kariernya.

“Aku berharap jika akhirnya, ia dapat bergabung dengan Barca sebab itu pun impian Ku. Pastinya apabila Kamu menyaksikan putra Kamu membuntuti jejak Kamu, ini menyenangkan buat dipandang,” pungkasnya.

Categories: Olahraga

Tags: