Nikmati Sejuknya Suasana di Desa Wisata, Pemalang

No Comments

Liburan menuju Pemalang, Jawa Tengah, coba singgah ke Desa Wisata Cikendung. Tidak sedikit objek wisata istimewa yang boleh dikunjungi tuk mengisi libur akhir minggu. Desa Wisata Cikendung barangkali masih terasa asing buat kebanyakan orang dan bahkan tidak pernah terdengar sama sekali. Memang desa itu relatif baru kedalam ‘memproklamirkan’ dirinya jadi suatu desa wisata kebudayaan dan alam. Desa Cikendung berada di samping timur kaki Gunung Slamet lalu termasuk kecamatan Pulosari, Pemalang. Tuk pergi ke Desa Cikendung dari Kota Pemalang diperlukan waktu 1,5 jam dengan naik mobil. Untuk bisa menikmati suasana desa ini seharusnya Anda bermalam di rumah penduduk.

Di Desa Wisata Cikendung bisa dinikmati pertunjukan atraksi tari tradisional Silakupang. Tarian tersebut dibawakan oleh sejumlah remaja perempuan dan laki-laki yang menari dengan memakai kuda kepang diiringi musik tradisional. Di penghujung tarian para penari bakal mengalami trance alias kesurupan. Mereka bakal terus menari didalam keadaan trance hingga sang pawang melecutkan cambuk ke tubuh mereka lalu menjadikan mereka sadar.

Sungguh, Desa Wisata Cikendung dikaruniai alam yang indah luar biasa. Hamparan padi menghijau diselingi tanaman palawija semisal cabai, tomat, jagung juga kacang panjang amat meyegarkan mata. Disamping itu ada pula tanaman sereh dan nilam yang daunnya boleh diolah tuk dijadikan minyak nilam. Dan jelas saja hamparan kebun teh pun merupakan pemandangan yang tidak kalah indahnya.

Kalau Anda pecinta trekking, lalu Bukit Besek, Curug Sahid merupakan tujuan yang tidak boleh terlewatkan. Tidak perlu handal tuk mencapai tujuan itu. Untuk pergi ke Bukit Besek dan Tebing Harapan cuma diperlukan waktu setengah jam jalan santai dari penginapan. Jangan lupa bawa bekal air minum supaya tak kehausan di tengah-tengah jalan. Perjalanan amat bervariasi, dimulai area perkebunan palawija kemudian berganti jadi perkebunan sereh lalu makin keatas ganti dengan hutan pinus.

Pergilah menjelang jam 5 dan sunrise spektakuler dapat Anda nikmati dari atas Bukit Besek. Selesai memandangi sunrise di Bukit Besek, pada perjalanan turun mata bakal dimanjakan dengan view yang tidak kalah spektakuler yakni Gunung Slamet. Puncak Gunung Slamet bakal terlihat dengan amat jelas bila cuaca cerah. Kelar dari Bukit Besek lalu Tebing Harapan, Anda dapat menuju Curug Sahid. Dengan berkendaraan motor maupun mobil cuma dibutuhkan waktu kira-kira 10 menit dan diteruskan dengan berjalan kaki di zona persawahan 15 menit maka akan sampai di Curug Sahid. Jika debit air tak terlalu deras, Anda boleh daki ke atas curug, tapi musti berhati-hati karena batu cukup licin.

Dari Curug Sahid, masih terdapat tujuan lainnya yakni Watu Lumpang. Watu Lumpang merupakan batu berlubang yang disebut merupakan batu bertuah alias keramat. Konon, barang siapa yang dapat menggapai dasar tanah Watu Lumpang atau yang dapat melingkarkan tangannya di Watu Lumpang, kemudian keinginannya bakal terpenuhi. Tidak diketahui pasti kapan Watu Lumpang ditemui, yang pasti batu tersebut telah ditunjuk keramat oleh warga desa sejak generasi terdahulu.

Sebelum pulang, Anda boleh menikmati makan siang bareng di sanggar yang isinya nasi jagung, sayur daun singkong, ikan asin goreng, dan sambal ijo. Perut kenyang, hati senang, so tiba saatnya tuk pulang. Bila hendak beli oleh-oleh dibawa pulang, Anda dianjurkan beli keripik jagung, keripik singkong, pun nasi jagung mentah. Seluruhnya dibuat oleh warga Desa Cikendung secara home made dan tanpa bahan pengawet hingga aman buat anda konsumsi. Jadi tunggu apalagi, yuk kita liburan ke Cikendung!

Categories: Berkelana

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published.