Pola Berpikir Seperti Desainer Saat Mendesain Sebuah Logo Merek

No Comments

Cara yang paling baik untuk mendalami desain ialah berfikir sebagaimana desainer. Kamu harus bertanya serta mencoba (bereksperimen). Kenapa desainer menata halaman semacam itu? Kenapa desainer menentukan warna itu? Kenapa desainer menciptakan format seperti itu? Seperti apa desain itu dibikin sampai menarik perhatian? Belajar secara kontinu serta bertanya “Kenapa” serta “Seperti apa” mengenai desain yang kamu lihat ialah sama vitalnya dengan belajar dengan proses kreatif, belajar sembari bekerja. Pada mulanya susah mengetahui seperti apa mulai memecahkan suatu masalah design. Berikut ini adalah Lima prinsip yang musti dimengerti oleh tiap desainer, apalagi bagi para pemula yang ingin mencari solusi design yang pas didalam karyanya :

  1. Langkah 1 : Nyatakan lagi masalah didalam kata-kata milik kamu. Kamu musti memahami tujuan serta masalah desain. Bila kamu tidak mengerti masalah serta tujuan, solusi desain kamu tidak bakal pada sasaran. Tulis tujuan ataupun masalah di sebuah kertas ataupun papan serta jagalah itu selalu di depan kamu untuk menjadi pemandu kamu untuk bekerja menemukan solusi dari masalah design Kamu.
  2. Langkah 2 : Jalankan Riset terlebih dulu Apakah kamu ingin tahu lebih dalam mengenai topik kamu? Bila kamu ingin jalan keluar yang memadai, datanglah ke perpustakaan ataupun internet untuk mendapatkan informasi, foto, serta material di tahap proses penelitian. Membuat riset desain adalah Proses yang amat penting. Sebagian besar mahasiswa melakukan kekeliruan berpikir, yaitu bila dirinya mampu melakukan pekerjaan dengan benar tanpa musti ke perpustakaan ataupun internet. Usai kamu menjalankan riset, kamu bakal mendapatkan banyak problem yang sudah terjadi lalu kamu musti mengeluarkan dari kepala kamu. Peroleh informasi, foto, serta material yang berkaitan dengan topik kamu.
  3. Langkah 3 : Berfikir malah bersama dengan pensil ataupun mouse di tangan kamu. Kamu duduk serta berfikir tidak cukup. Kamu harus segera berfikir serta menggambar sebuah sketsa. Satu gambar bisa menuntun kamu ke gambar lainnya. Tak usah mempermasalahkan gambar kamu jelek atau bagus sebab hanya sketsa. Buatlah sketsa yang simple yang menjadi awal serta bisa kamu kerjakan dengan cepat untuk menjadi desain kasar ataupun gambar kasar dari ide kamu. Buatlah sketsa simple yang banyak serta janganlah kamu nilai dulu, sebab bisa memasung daya kreativitas kamu. Tetaplah mempertahankan sketsa-sketsa sederhana kamu sebab bisa membimbing kamu untuk berpikir dengan cara visual.
  4. Langkah 4 : Ambilah 3 sketsa yang paling baik serta pindahkan ke gambar kasar. Gambar kasar membuat kamu memvisualkan ide kamu jadi lebih realistis. Gambar kasar adalah sketsa-sketsa yang lebih besar serta lebih halus dibanding sketsa simple serta menujukkan elemen-elemen dasar desain. Gambar kasar menjadikan kamu mencoba ide, teknik, metoda, alat-alat, serta warna. Bila sketsa sederhana yang kamu tentukan yang kemudian kamu pindahkan ke gambar kasar tidak bisa kamu lakukan, kembalilah membuat sketsa sederhana kembali lalu pindahkan ke gambar kasar hingga kamu bisa melakukan.
  5. Langkah 5 : Ambilah gambar kasar terbaik Kamu serta pindahkan ke gambar yang setingkat lebih komprehensif Kamu musti menciptakan gambar tersebut ibarat sesuatu yang nyata. Gambar yang komprehensif ialah satu perwujudan secara mendetail dari desain. Huruf, ilustrasi, foto, serta layout dibikin dekat dengan produk yang real. Dengan begitu mampu menyajikan impresi yang akurat di hasil cetakan. Gambar komprehensif sangat vital sebab merupakan solusi kamu kepada masalah desain. Sering gambar komprehensif digunakan untuk menjadi cetak biru oleh pencetak.

Begitulah Lima prinsip seorang Desainer yang disampaikan disini juga. Bila sekarang Kamu ingin belajar untuk jadi seorang desainer grafis, maka pahamilah kelima prinsip tersebut untuk membuat karya terbaik Kamu. Apalagi kalau untuk mendesain sebuah logo merek anda harus berkonsultasi dulu dengan ahlinya.

Categories: Berkelana

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published.