Tag: Trent Alexander-Arnold

5 Bintang Seistimewa Alexander-Arnold dalam bentrokan final Liga Champions

No Comments
5 Bintang Seistimewa Alexander-Arnold dalam bentrokan final Liga Champions

Sebuah catatan mengesankan dibikin Trent Alexander-Arnold kala laga pamungkas Liga Champions 2018-19, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Pemain bertahan sebelah kanan Liverpool ini melakoni laga pamungkas ke 2 kala usianya tak jua genap 21 tahun.

Tak hanya pada laga pamungkas kompetisi musim ini, Trent Alexander Arnold jua main pada partai puncak musim kemarin. Ia jadi tumpuan tim bimbingan Juergen Klopp saat Liverpool melawan Real Madrid pada pertandingan yang selesai dengan kekalahan 1-3 untuk The Reds.

Trent Alexander-Arnold kenyataannya bukanlah bintang perdana yang mencatat pencapaian itu. Sebelum ia, terdapat 5 bintang yang jua bermain di 2 edisi laga pamungkas Liga Champions sebelum berulang tahun ke-21. Berikut 5 nama yang berhasil kami rangkum dari website prediksi togel.

Antonio Simoes – Bintang perdana yang main di 2 pertandingan laga pamungkas Liga Champions sebelum berusia 21 tahun merupakan Antonio Simoes. Ia main kala Benfica jadi kekuatan raksasa di turnamen ini pada awal 1960-an.

Laga pamungkas perdana dilakoni Antonio Simoes pada kampanye musim 1961-62. Ketika itu, Benfica unggul 5-3 melawan Real Madrid dan menjaga piala yang direbut kompetisi musim sebelumnya.

Musim selanjutnya, sebagaimana Trent Alexander-Arnold, Antonio Simoes balik lagi menjadi pilar pada laga pamungkas. Kali ini, Benfica menghadapi AC Milan. Lain dengan musim sebelumnya, hasil negatif 1-2 mesti diambil pulang Benfica.

Johan Neeskens – Keberadaan Johan Neeskens jadi bintang ke 2 yang melakoni 2 pertandingan laga pamungkas Liga Champions kala tak jua genap berusia 21 tahun. Di dalam 2 peluang ini, ia terus menjadi starter dan membantu timnya, Ajax, jawara.

Laga pamungkas perdana Johan Neeskens bareng Ajax dilakoni pada kompetisi musim 1970-71. Di partai yang bergulir di Stadion Wembley itu, De Godenzonen unggul 2-0 melawan tim Yunani, Panathinaikos.

Musim selanjutnya, Johan Neeskens balik lagi memperkuat Ajax pada pertandingan final. Kisah serupa terulang. Ia jadi starter dan De Godenzonen memenangkan pertandingan 2-0. Bedanya, musuh yang dibantai kali ini merupakan Inter Milan.

Patrick Kluivert – Jejak Johan Neeskens ditapaki Patrick Kluivert pada medio 1990-an saat Ajax balik lagi jadi kekuatan raksasa di ajang antarklub Eropa. Dibawah bimbingan Louis van Gaal, De Godenzonen main pada laga pamungkas Liga Champions kompetisi musim 1994-95 dan 1995-96.

Lain dengan Johan Neeskens, Patrick Kluivert tidak main menjadi starter. Ia senantiasa masuk pada paruh ke 2. Pada laga pamungkas Liga Champions 1994-95 kontra AC Milan, ia baru masuk saat laga sudah berjalan hingga menit ke-70 dengan sebagai pengganti Jari Litmanen dan jadi penentu kemenangan 1-0.

Musim selanjutnya, Ajax kembali melawan tim Italia pada Final. Patrick Kluivert kembali cuma menjadi pemain pengganti. Ia masuk pada awal paruh ke 2 sebagai pengganti Kiki Musampa. Tapi, De Godenzonen kemudian menelan kekalahan di dalam adu tembakan penalti.

Nwankwo Kanu – Tak hanya Patrick Kluivert, menurut penulis prediksi bola, terdapat seorang lainnya yang melakoni 2 laga pamungkas Liga Champions bareng Ajax kala tak jua berusia 21 tahun. Ia merupakan ujung tombak dari Nigeria, Nwankwo Kanu.

Pada kompetisi musim 1994-95, sebagaimana Patrick Kluivert, Nwankwo Kanu jua menyandang status bintang pemain pengganti. Ia baru dimasukkan oleh Louis van Gaal saat laga sudah berjalan hingga menit ke-53 dengan jadi pengganti Clarence Seedorf.

Musim selanjutnya, pamor lain disandang bintang yang lantas memperkuat Inter Milan dan Arsenal itu. Ia diyakini dimainkan menjadi starter. Di dalam 2 jam pertandingan vs Juventus, ia dimainkan penuh.

Iker Casillas – Seorang selanjutnya yang main di 2 laga pamungkas Liga Champions sebelum berusia 21 tahun merupakan Iker Casillas. Lain dengan 4 bintang, jua Trent Alexander-Arnold, ia tidak bermain di 2 pertandingan laga pamungkas berturut-turut.

Laga pamungkas perdana Iker Casillas dilalui pada kompetisi musim 1999-00. Ketika ini, Real Madrid yang dibelanya melakoni All Spanish Final vs Valencia. Pertandingan itu sukses dimenangi Los Blancos dengan score 3-0.

2 tahun lantas, Iker Casillas balik lagi main pada pertandingan laga pamungkas. Bedanya, ia baru dimainkan kala laga masuk ke menit ke-68 sebagai pengganti Cesar Sanchez yang dihantam cedera. Ia sukses menjaga keunggulan 2-1 yang diciptakan Madrid melawan Bayer Leverkusen sampai penghujung laga.